Jakarta - Harga properti di kawasan Jakarta Selatan mengalami kenaikan signifikan sebesar 15% pada kuartal pertama tahun 2026. Tren ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk pembangunan infrastruktur baru dan meningkatnya permintaan dari kalangan eksekutif muda.
Menurut data dari Asosiasi Real Estate Indonesia (REI), kawasan premium seperti Kemang, Pondok Indah, dan Kebayoran mengalami lonjakan harga yang paling signifikan. Rumah dengan tipe 200-300 meter persegi kini dibanderol mulai dari Rp 5 miliar hingga Rp 15 miliar, tergantung lokasi dan fasilitas.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan harga properti di Jakarta Selatan meliputi:
- Pembangunan MRT Fase 3 yang menghubungkan Fatmawati ke Pondok Indah
- Pengembangan kawasan TOD (Transit Oriented Development) di sekitar stasiun MRT
- Peningkatan minat investor asing pasca relaksasi kepemilikan properti
- Akses mudah ke CBD dan kawasan bisnis premium
Prospek Investasi
Para analis properti memprediksi tren kenaikan harga ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2026. Bagi investor, kawasan Jakarta Selatan tetap menjadi pilihan menarik dengan potensi capital gain yang tinggi.
"Jakarta Selatan akan terus menjadi primadona investasi properti. Dengan infrastruktur yang semakin baik dan demand yang konsisten, kami proyeksikan kenaikan harga sekitar 10-15% per tahun dalam 3 tahun ke depan." - Budi Santoso, Analis Properti Senior
Untuk informasi lebih lanjut tentang properti di Jakarta Selatan, silakan hubungi agen properti terpercaya atau kunjungi halaman iklan properti kami.